Press "Enter" to skip to content

Kemendes PDTT: Pengendalian COVID-19 di Desa Perlu Kerja Sama Intensif

Jakarta, InfoPublik – Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) menyatakan pengendalian kasus COVID-19 yang terjadi di desa dilakukan secara intensif. Pengendalian ini dilakukan melalui pendamping di posko-posko desa yang sudah ditetapkan sebelumnya.

PLt Dirjen Pembangunan Desa dan Perdesaan Kemendes PDTT Rosyidah Rachmawati mengatakan, pengendalian kasus virus berbahaya ini tidak bisa dilakukan hanya oleh pendamping desa, tetapi juga harus dilakukan seluruh komponen yang ada.

“Melalui pendamping di desa dan kabupaten dan bagi desa yang masih mempunyai kasus tetap dilakukan pengendalian secara intensif di posko. Seluruh komponen masyarakat harus terlibat di posko tadi,” ujar Rosyidah dalam talkshow Dampak Pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Skala Mikro yang disiarkan secara daring, Senin ( 22/2/2021).

Lebih lanjut Rosyidah menjelaskan, untuk menunjang pengendalian kasus COVID-19 supaya berjalan efektif, maka diperbolehkan menggunakan dana desa. Bahkan Kemendes PDTT sedang mendorong percepatan penyaluran dana desa untuk penanganan dan penanggulangan di desa-desa yang masih zona kuning atau bahkan merah.

“Pencairan dana desa juga sudah dilakukan relaksasi oleh Dirjen Perimbangan Keuangan (Kementerian Keuangan) dan kami dorong aparatur desa untuk mengurus penyaluran dana ini,” kata dia.

Dia juga mengatakan, ruang isolasi yang dipergunakan dalam pengendalian kasus virus ini tidak sama dari satu desa ke desa lain karena disesuaikan dengan kondisi di lapangan dan kearifan lokal.

“Penanganan kasus COVID-19 di desa bisa melalui kearifan lokal, seperti memanfaatkan fasilitas umum yang ada untuk ruang isolasi mandiri atau perawatan. Jadi sudah banyak desa yang melakukan optimalisasi fasilitas umum mereka dalam penanganan pasien positif,” imbuh dia

Lebih lanjut dia mengimbau, seluruh masyarakat desa supaya bersama-sama menegakkan disiplin 3M termasuk pemerintah desa dan masyarakat supaya hasilnya bisa sangat terlihat.

Ketua Bidang Penanganan Kesehatan Satgas COVID-19 Alexander K Ginting menambahkan, pihaknya berharap Babinsa dan Bhabinkamtibmas juga turut mengawasi daerah yang memiliki level kuning dan merah, bahkan hingga tingkat RT.

Pengawasan ini dilakukan untuk semua kelompok masyarakat, terutama yang rentan di berbagai level berdasarkan zonasi ada pembatasan yang sidah ditetapkan.

“Kelompok rentan atau komorbid harus menjadi atensi, baik di level desa maupun level rumah tangga. Lansia dan ibu hamil termasuk kelompok rentan dan bersama-sama kami harus memperhatikan kelompok ini termasuk kebutuhan logistiknya,” kata Alexander.

Sumber: http://infopublik.id/kategori/nasional-sosial-budaya/512480/kemendes-pdtt-pengendalian-covid-19-di-desa-perlu-kerja-sama-intensif?show=

Comments are closed.