Press "Enter" to skip to content

Kemendes PDTT Ajak UIN Sunan Ampel Membangun Desa

Jakarta, InfoPublik – Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya diminta untuk membangun desa bersama dengan pemerintah, melalui Kementerian Desa, Pembangunan daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT). Perguruan Tinggi Negeri (PTN) ini telah melakukan kerjasama dengan Kementerian Desa dalam program Perguruan Tinggi untuk Desa (Pertides).

Menteri Desa, Pembangunan daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar mengajak Perguruan Tinggi untuk kembali ke desa agar kalangan kampus tidak melupakan akar kehidupan mereka yang sebenarnya berasal dari desa. Salah satu langkah yang tengah dilakukan Kemendes PDTT adalah program Pertides yang diketuai oleh Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) Panut Mulyono.

“Kami berharap Perguran Tinggi untuk membantu pembangunan desa. Termasuk soal arah penggunaan Dana Desa 2021 bisa lebih efektif dan tepat sasaran untuk bangun desa,” ujar Mendes PDTT Abdul Halim yang akrab disapa Gus Menteri itu dalam keterangan resmi kedatangan Rektor UIN, Kamis (25/2/2021).

Dalam kunjungan Rektor UIN Sunan Ampel Surabaya Prof. Masdar Hilmy, Mendes didampingi Sekjen Kemendes PDTT Taufik Madjid dan Staf Khusus Atmari

Mendes juga menceritakan kerjasama Kemendes PDTT dengan Kemendikbud soal Kampus Merdeka Project Desa. Program ini memberikan peluang bagi Kepala Desa untuk mendapat gelar sarjana di perguruan tinggi.

“Saya menggagas bagaimana Kepala Desa, Perangkat Desa kemudian Pendamping Desa berprestasi dikasih afirmasi oleh perguruan tinggi,” kata Mendes.

Menurutnya, Kepala Desa dan Pendamping Desa yang memenuhi syarat mendapatkan gelar sarjana S1 dapat mendaftar untuk mengikuti program kuliah Rekognisi Pembelajaran Lampau atau Recognition of Prior Learning (RPL) di perguruan tinggi yang diinginkan.

Adapun kuliah program RPL yang dimaksud adalah penyetaraan akademik atas pengalaman kerja atau pelatihan bersertifikasi untuk memperoleh kualifikasi pendidikan tinggi di berbagai Program Studi.

Dia juga mengatakan, jika program andalan Sustainable Development Goals (SDGs) Desa adalah solusi tepat untuk pembangunan desa tepat sasaran dan efektif karena ini bisa jadi acuan bagi para kepala desa nantinya untuk menentukan arah pembangunan desa yang disesuaikan dengan akar budaya di desa tersebut.

SDGs Desa, kata dia, memiliki peran penting bagi keberhasilan SDGs secara nasional. Sebab menurutnya, 74 persen dari keberhasilan SDGs skala nasional berasal dari desa, sementara 26 persen selebihnya berasal dari kota.

Melalui SDGs Desa tersebut, Kepala Desa cukup memilih salah satu dari 18 poin SDGs Desa yang akan dijadikan prioritas pembangunan selama kepemimpinannya, berdasarkan kebutuhan warga desa.

Selain itu Mende PDTT mengatakan, saat ini sedang berlangsung pemutakhiran data berbasis SDGs Desa yang dilakukan Kepala Desa dibantu para Pendamping Desa. Harapannya semua program dapat mengacu pada data yang berbasis RT dan RW tersebut.

UIN Sunan Ampel juga diajak untuk bersama-sama membangun desa dengan lakukan sejumlah pemberdayaan di desa, termasuk bergabung dalam Pertides nantinya.

Sumber: http://infopublik.id/kategori/nasional-sosial-budaya/513465/kemendes-pdtt-ajak-uin-sunan-ampel-membangun-desa

Comments are closed.