Press "Enter" to skip to content

Melalui Dana Desa, Tingkatkan Perekonomian Masyarakat

Talontam, HarianTimes.com – Pemerintahan Desa Talontam Kecamatan Benai, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau memprioritaskan peningkatan perekonomian masyarakat, terutama ditengah terjadinya pandemi Covid-19.

Setelah beberapa waktu lalu diberikan penyertaan modal terhadap petani padi di Desa Talontam, Kecamatan Benai. Ternyata Pemerintahan Desa Talontam dibawah kepemimpinan Raja Helpi Alponso yang akrab disapa Ipon itu juga memberikan penyertaan modal pembiayaan terhadap petani jagung di desa setempat.

Dimana hal ini selaras dengan instruksi Presiden Joko Widodo melalui Kementerian Desa Pembangunan Daera Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) RI dalam penggunaan dana desa yang dikucurkan pemerintah pusat untuk kesejahteraan masyarakat dan pembangunan serta peningkatan perekonomian masyarakat dimulai dari tingkatan paling dasar, yakni dari tingkat desa.

Hal itu dibenarkan oleh Kepala Desa Talontam, Raja Helpi Alponso kepada HarianTimes.com pada Ahad (28/2/2021) di Talontam Benai.

Dimana program ini dilakukan dengan penyertaan dana yang bersumber dari Dana Desa (DD) Perubahan Tahun 2020 sebesar Rp.4.230.000,- untuk pembiayaan pengolahan lahan, racun rumput (herbisida), racun hama (pestisida dan fungisida) dan pupuk dasar (pupuk organik).

Lahan perkebunan jagung se luas 1 hektare yang dikelola Kelompok Tani (Poktan) Mekar Jaya Desa Talontam, juga mendapatkan bantuan bibit jagung yang berasal dari Dinas Pertanian (Distan) Provinsi Riau Tahun Anggaran 2018. “Iya, dulu kita dari Pemerintahan Desa Talontam mengajukan bantuan bibit ke dinas provinsi, pada tahun 2018 lalu kita ajukan bibit Padi dan Jagung, Alhamdulillah dengan adanya bantuan tersebut kita bantu dengan penyertaan modal atau pengolahan lahan melalui Dana Desa (DD) di 2020 lalu,” terang Kades Talontam, Raja Helpi Alponso.

Menurut Kades Talontam, panen jagung kali ini merupakan hasil panen dari masa tanam yang kedua kalinya. “Penanaman pertama awal bulan Februari dengan masa panen pertama pada bulan April 2020 lalu.

Kedua masa tanam akhir bulan September 2020 dengan masa panen awal Februari 2021 ini,” terang Kades yang akrab disapa Ipon itu.

Dikatakan Kades Talontam, program yang tengah digalakan Pemerintahan Desa untuk para petani jagung ini merupakan jenis jagung pipil. Dimana jagung hasil panen ini merupakan untuk pakan ternak yang dijual melalui pasar terdekat.

Raja Helpi Alponso, mengaku dari awal ia terpilih sebagai Kepala Desa di Desa Talontam Kecamatan Benai ini, bertekad untuk memberikan kesejahteraan masyarakat melalui program peningkatan perekonomian masyarakat, terutama di musim pandemi Covid-19 seperti saat sekarang ini.

“Alhamdulillah hasil panen jagung komposit atau jagung pipil yang pertama 1,5 ton. Dijual ke toko pakan ternak terdekat yang ada di Kabupaten Kuantan Singingi. Karena pada waktu itu Desa Talontam belum memiliki BUMDes unit usaha dibidang itu,” kenang Kades Talontam.

Sementara itu, sambung Kades Talontam, hasil panen kedua saat ini di tampung dan dikelola langsung dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Sinar Talontam. “Hasil panennya kali ini belum bisa dipastikan, karena masih dalam tahap panen, masih belum selesai di panen semuanya,” terang Kades yang hobi dengan penampilan kepala pelontos itu.

“Tujuan kita bisa meningkatkan tarap perekonomian masyarakat. Terutama di tengah terjadinya pandemi Covid-19, khususnya perekonomian masyarakat Talontam dan Benai umumnya melalui Dana Desa Talontam,” sambung Raja Helpi Alponso alias Ipon.

“Proses panennya tidak hanya sekedar di panen dari batangnya, namun juga sekaligus dilakukan pemisahan biji dari tongkol jagung tersebut,” jelasnya.

Sementara itu Kepala Seksi (Kasi) Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kantor Camat Benai, Paimun Hendro, S.P selaku koordinator desa sangat mengapresiasi program yang dilaksanakan Desa Talontam Benai tersebut.

“Terimakasih kepada Pemerintahan Desa Talontam melalui kelompok yang menggunakan dana desa untuk kegiatan pemberdayaan, yang salah satunya kegiatan menanam jagung komposit atau jagung pipil,” ucap Paimun Hendro.

“Mudah mudahan kegiatan ini bisa berlanjut dan memperluas lagi. Bagi masyarakat kita yang mempunyai lahan masih kosong, apakah itu di pekarangan rumah maupun lahan yang lebih luas bisa di bantu melalui dana desa ini,” harap Paimun Hendro.

Lebih lanjut Paimun Hendro mengatakan, bahwa dirinya atas nama Pemerintahan Kecamatan Benai sangat mendukung program peningkatan perekonomian masyarakat yang dilakukan melalui dana desa tersebut.

“Seyogyanya hal ini selaras dengan tujuan dari diberikannya dana desa oleh pemerintah pusat langsung ke desa desa di seluruh Indonesia untuk percepatan peningkatan perekonomian masyarakat,” terang Paimun Hendro.

Sejauh ini, sambung Paimun Hendro yang juga pernah menjabat sebagai Sekretaris Kecamatan Benai, Pemerintah Desa Talontam juga telah memulai menjalankan program untuk bercocok tanam padi 2 kali dalam setahun. “Kita berharap kepada pendamping desa untuk senantiasa menyarankan penggunaan dana desa yang lebih bermanfaat kepada peningkatan perekonomian masyarakat,” pinta Paimun.

“Selain penyertaan dana desa untuk para petani jagung ini, Pemerintahan Desa Talontam juga telah menganggarkan penyertaan dana untuk para petani padi melalui program IP200 atau musim tanam 2 kali setahun yang dibiayai dengan dana desa,” terang Paimun Hendro.

Sumber: https://www.hariantimes.com/read-6840-2021-03-01-melalui-dana-desa-tingkatkan-perekonomian-masyarakat.html

Comments are closed.