Press "Enter" to skip to content

Usai Dilantik, Bupati Gunungkidul Terima Kunjungan Wamen Desa PDTT

Usai dilantik oleh Gubernur DIY, Sri Sultan HB X, Bupati Gunungkidul, Sunaryanto Jumat (26/2/2021) siang langsung bekerja. Dia langsung menemui dan menemani kunjungan Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Budi Arie Setiadi Harlina yang hadir bersama Dirjen Pengembangan Ekonomi dan Investasi Desa, Sulistyorini hingga Jumat malam.

Kegiatan pertama adalah mengecek Bantuan Program Incubasi Inovasi Desa Pengembangan Ekonomi lokal di BUMDes Maju Mandiri yang pada tahun 2019 mendapat bantuan dana sebesar Rp 1,3 M dan tahun 2020 diresmikan.

Budi Arie mengatakan kemajuan Desa ada 3 yaitu ada anak muda, kreatif inovatif SDM, dan masyarakat mendukung program kemajuan kemakmuran kesejahteraan desa. Seperti Baleharjo yang memiliki destinasi wisata Goa Pindul yang harus di kembangkan. Pengembangan bisa dilakukan dengan menggabungkan pemerintah, masyarakat, pengusaha besar, akademisi dan media.

“Saya jadi Wamen baru pertama hadir di Yogyakarta karena sudah maju dan mandiri dan tidak Desa tertinggal,” terangnya, Sabtu (27/2/2021) di sela kunjungan.

Menurutnya, 4 sektor di Indonesia tidak akan bisa dikalahkan oleh negara lain yaitu pertanian, perikanan , peternakan dan Pariwisata. Dan Gunungkidul telah memiliki modal cukup berharga dari keempat sektor tersebut sudah ada semua. Yang diperlukan adalah kebijakan terintegrasi untuk memaksimalkan potensi tersebut demi kesejahteraan masyarakat.

Pembangunan wilayah harus melalui perencanaan yang matang. Jangan sampai hanya karena ada proyek dan nantinya mangkrak. Oleh karena itu, kunjungan di Gunungkidul ini untuk melihat sebenarnya apa kebutuhan di masyarakat. Gunungkidul memiliki potensi kawasan wisata pantai dan masih banyak lainnya.

“Bagaimana potensi ini dapat dikembangkan, dibangun agar nantinya memberikan manfaat. Mampu menarik wisatawan baik dalam maupun luar negeri,” terangnya.

Menurutnya, Gunungkidul memiliki potensi cukup banyak dan harus dikembangkan. Hanya saja memang harus melihat kebutuhan di lapangan sehingga tidak serta merta dibangun. Pembangunan yang baik, harus berbasis partisipatif di mana apa yang menjadi kebutuhan di lapangan dan masyarakat. Perencanaan yang matang, akan membuat eksekusi kebutuhan menjadi lebih tepat dalam pembangunan.

Bupati Gunungkidul Sunaryanta menuturkan, kunjungan ini diharapkan nantinya mampu memberikan dampak bagi pembangunan di Gunungkidul. Melalui peninjauan di lapangan, tentu Kementerian Desa akan mengetahui apa kebutuhan di masyarakat.

“Harapannya tentu pembangunan di Gunungkidul akan maju dan masyarakat menjadi lebih sejahtera,” ujarnya.

Sumber: https://kumparan.com/tugujogja/usai-dilantik-bupati-gunungkidul-terima-kunjungan-wamen-desa-pdtt-1vG34G5XUv7/full

Comments are closed.