Press "Enter" to skip to content

Ketemu Deputi V KSP, Wamendes PDTT Bahas Pengentasan Daerah Tertinggal Di Tanah Papua

RM.id Rakyat Merdeka – Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Budi Arie Setiadi bertemu Deputi V Kantor Staf Presiden (KSP), Jaleswari Pramodhawardani di Kantor Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT), Jakarta, Rabu (3/3).

Pertemuan tersebut membahas tentang pengentasan daerah tertinggal di Provinsi Papua dan Papua Barat.

Budi Arie mengatakan, saat ini Indonesia masih memiliki 62 kabupaten tertinggal. Dari jumlah tersebut, 30 daerah di antaranya berasal dari Papua dan Papua Barat. Untuk itu, dibutuhkan perhatian signifikan untuk dapat mempercepat pengentasan daerah tertinggal di Tanah Papua.

“Dari 62 daerah tertinggal, 30 alias setengahnya ada di Papua – Papua Barat,” ujar Budi Arie dalam keterangan yang diterima RM.id, Rabu (3/3).

Menurutnya, pengentasan daerah tertinggal di Papua dan Papua Barat juga dipengaruhi oleh ketersediaan listrik hingga pelosok desa.

Untuk diketahui, saat ini terdapat 427 desa di Tanah Papua, yang belum teraliri listrik. Sebanyak 325 desa di antaranya berasal dari Provinsi Papua. Sisanya, yang berjumlah 102 desa, berasal dari Provinsi Papua Barat.

“Masih banyak desa-desa di Papua yang belum teraliri listrik. Kita terus mengupayakan agar semua desa-desa ini bisa segera mendapatkan akses listrik,” papar Budi Arie.

Terkait hal tersebut, Jaleswari mengatakan, pembahasan intens soal pengentasan daerah tertinggal di Papua dan Papua Barat bersama Kemendes PDTT, penting dilakukan untuk memaksimalkan pembangunan secara buttom up.

Selanjutnya, ia juga akan melakukan koordinasi dengan kementerian/lembaga,.terkait upaya mensinergikan program/kerja di Papua dan Papua Barat.

“Kita akan segera lakukan rapat koordinasi dengan kementerian/lembaga terkait dan Setneg (Sekretariat Negara),” pungkas Budi Arie.

Sumber: https://rm.id/baca-berita/nasional/66707/ketemu-deputi-v-ksp-wamendes-pdtt-bahas-pengentasan-daerah-tertinggal-di-tanah-papua

Comments are closed.